Cagar Budaya Kampung Deri Kambajawa

Dibuat Oleh Natasha Mete

8x Telah Dilihat

Senin, 11 Mei 2026

Cagar Budaya Deri Kambajawa kampung adat kampung deri kambajawa sumba tengah

 

Profil Kampung Adat Deri Kambajawa

Kampung Adat dan Megalitik Deri Kambajawa berlokasi di Desa Umbu Pabal, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah. Kampung ini berfungsi sebagai area permukiman tradisional sekaligus situs cagar budaya karena masyarakatnya masih mempertahankan sistem sosial, arsitektur asli, dan ritual kepercayaan Marapu.

Lokasi dan Aksesibilitas

  • Jarak: Terletak sekitar 8 kilometer dari Kota Waibakul, ibu kota Kabupaten Sumba Tengah.

  • Topografi: Berada di atas bukit batu gamping dengan ketinggian sekitar 535 meter di atas permukaan laut.

  • Kondisi Lingkungan: Dikelilingi oleh tebing curam dan kawasan hutan lindung, yang secara alami mengisolasi dan melindungi area pemukiman ini.

Karakteristik Arsitektur dan Tata Ruang

  • Uma Batangu: Rumah adat di kampung ini dibangun dengan model panggung dan memiliki atap tinggi berbentuk menara runcing.

  • Material Bangunan: Menggunakan bahan-bahan alami setempat seperti kayu, bambu, rotan, dan atap alang-alang.

  • Area Pusat (Nata): Di bagian tengah kampung terdapat ruang terbuka yang disebut nata. Area ini digunakan sebagai pusat aktivitas komunal, ritual adat, serta tempat peletakan batu-batu kubur megalitik berukuran besar.

Kepercayaan dan Aktivitas Ritual

Mayoritas penduduk Deri Kambajawa masih menganut kepercayaan lokal Marapu, yaitu sistem keyakinan yang berfokus pada penghormatan terhadap roh leluhur dan keseimbangan alam.

  • Ritual Purung Ta Liang Marapu: Merupakan upacara adat tahunan yang biasanya diselenggarakan antara bulan September hingga Oktober.

  • Kegiatan Ritual: Upacara ini meliputi pembacaan syair-syair adat, doa bersama, tarian ritual, dan pembersihan benda-benda pusaka peninggalan leluhur.

Nilai Edukasi dan Potensi Wisata

Selain menjadi tempat tinggal, kampung adat ini memiliki fungsi sebagai objek studi dan kunjungan wisata karena beberapa faktor:

  • Edukasi Arsitektur & Sosial: Pengunjung dapat mempelajari teknik pembangunan arsitektur vernakular Sumba serta memahami struktur kekerabatan masyarakat adat.

  • Sejarah Lisan: Informasi mengenai sejarah migrasi dan asal-usul klan di kampung ini dijaga melalui tradisi penuturan syair adat secara turun-temurun.

  • Konservasi Lingkungan: Adanya aturan adat yang melarang perusakan hutan di sekitar kampung membantu menjaga kelestarian sumber daya alam setempat.

Beri Rating

Wisata Sumba Tengah

Bagikan ke: